Peretasan di Pilpres AS Libatkan Bitcoin dan Phishing

Peretasan di Pilpres AS Libatkan Bitcoin dan Phishing - Surat Dakwaan pemerintah Amerika Serikat terhadap belasan mata-mata Rusia yang diterbitkan Jumat (13/7) memuat bukti teknis mendetail untuk mendukung sangkaan bahwa Rusia meretas dan membocorkan informasi untuk memprovokasi pilpres AS 2016.


Dengan mencari kendali surat elektronik dan akun media sosial dan satu perangkat koneksi internet jarak jauh, dokumen tuduhan sepanjang 29 halaman tersebut untuk kesatu kali menunjukkan bahwa sekelompok penduduk Rusia yang sama mencarter server, menyasar pejabat Partai Demokrat dengan teknik phishing yang bertujuan menemukan informasi rahasia dan berkomunikasi dengan Partai Republik serta penyebar informasi hasil retas lain.

Pada Jumat (13/7), sejumlah 12 mata-mata Rusia didakwa mengerjakan peretasan ke jaringan komputer Partai Demokrat tahun 2016. Peretasan ini dirasakan bagian dari operasi Moskow guna campur tangan dalam pilpres AS supaya Donald Trump menang.

Dakwaan sebelumnya yang diterbitkan Februari kemudian menyebut sebanyak warga Rusia beda memata-matai dan menyebarkan propaganda di sosial media,tetapi tidak menghubungkan kegiatan tersebut dengan peretasan, upaya phishing atau menyebarkan informasi curian untuk pihak partai Republik, seorang kandidat Kongres partai tersebut dan situs seperti DCLeaks yang mengeluarkan materi curian tersebut.


"Dakwaan sebelumnya selalu menyebut keterlibatan Rusia dalam pabrik penyebaran informasi palsu dan peternakan akun bot yang menyebabkan sekian banyak  masalah di Twitter," kata John Bambenek, wakil presiden perusahaan keamanan internet ThreatStop Inc.

"Aspek unik dalam tuduhan baru ini mencakup bagaimana hubungan antara layanan pemakaian kembali alamat surat elektronik, isi kantong bitcoin dan infrastruktur. Pihak Rusia tidak menyembunyikan tersebut semua dengan baik."

Berkas tersebut menyebut bahwa semua pelaku mempergunakan dana bitcoin yang sama untuk melakukan pembelian akun virtual jaringan publik guna berkomunikasi dan untuk mencarter satu server di Malaysia sebagai host DcLeaks.com. Mereka mempergunakan server Malaysia tersebut untuk masuk ke akun Twitter Guccifer 2.0 dan guna mendaftarkan website yang dipakai untuk meretas komite partai Demokrat.

Salah satu penduduk Rusia tersebut menginvestigasi situs pemilu di Iowa, Florida dan Georgia untuk menggali kelemahannya hanya sejumlah hari sebelum hari pencoblosan Pilpres pada November 2016.

Sejumlah peneliti menuliskan berkas tuduhan itu bisa jadi bergantung pada intelijen sinyal AS, yang hasil penyelidikannya jarang diungkap,sebab mengutip pesan elektronik yang dikirim ke organisasi tertentu yang diduga ialah WikiLeaks di London.

Komunikasi angara Guccifer 2.0 dan WikiLeaks pun melemahkan sangkalan pendirinya, Julian Assange, bahwa dia tidak menemukan surat elektronik Partai Demokrat yang diterbitkan dari Rusia.

"Tingginya keterampilan mengumpulkan informasi intelijen dari investigasi ini paling luar biasa," kata peneliti Institut Internasional Ilmu Komputer yang berafiliasi dengan Universitas Berkeley, Nicholas Weaver.

Terutama, surat elektronik antara Guccifer 2.0 dan organisasi yang  diperkirakan WikiLeaks "mengisyaratkan bahwa NSA (Badan Keamanan Nasional AS) menemukan akses ke akun surat elektronik Guccifer 2.0 atau WikiLeaks atau keduanya."

Penyelidikan pun menemukan pencarian-pencarian internet tertentu oleh tertuduh dan topik-topik yang ditelusuri pada mesin-mesin yang diretas.

Langkah pembeberan yang begitu tidak sedikit "memperihatkan alangkah serius masalah ini, dan yang terpenting ialah menyebut bahwa Rusia mengerjakan peretasan ke AS untuk menolong Trump dan mengungguli Hillary Clinton," ujar Weaver.

Sekian artikel saya tentang Peretasan di Pilpres AS Libatkan Bitcoin dan Phishing semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Peretasan di Pilpres AS Libatkan Bitcoin dan Phishing"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel